Everybody want to be something. At their school, at their community...they always want to be something in their territory, becoming a 'Queen Bee', having the power...
Yup...seperti di novel-novel, di film-film seri, di sinetron-sinetron, bahkan di dunia nyata sekali pun. Di sekolah, di kampus, di lingkungan wali murid....setiap orang ingin menjadi sesuatu. Sebuah cerita klise namun nyata dan banyak terjadi. Seseorang yang menjadi mayoritas di suatu kelompok biasanya ingin berkuasa. Punya pengikut yang loyal, ditakuti dan disegani oleh anggota kelompok lainnya. It seems they enjoy to be untouchable.
Seperti Blair Waldorf atau Serena Van Der Woodsen dalam Gossip Girl. Mereka kaya, punya uang, kekuasaan, punya tampang......but not sure they have excellent brain...
Di SMA gw dulu untungnya ga ada yang seperti ini. Tapi di beberapa sekolah temen gw yang lain...yang model-model kayak gini banyak banget. Kaum 'kemilau nan sombong dan semena-mena' itu benar-benar ada dan menindas.
To be something...semata-mata adalah bukti eksistensi diri. Bahwa mereka ada. Dan setiap orang harus menganggap penting keberadaanya. The saddest thing is.....they actually nothing. Bahwa sebenarnya ga ada yang bisa dibanggakan dari keberadaannya itu.
IMHO, mestikah membuktikan eksistensi diri harus dengan cara seperti itu?? Harus dengan menjadikan orang lain sebagai korban?? Don't you get it...being minority is really hard...so much harder than you ever thought?? Karena sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan demi membuktikan eksistensi diri. Berprestasi. Atau jadilah seseorang yang menyenangkan. Loveable. Itu...cukup!!\
Lagipula.....gw pikir... that evil Queen bee....sebenarnya adalah seseorang yang sakaw akan perhatian. Karena mereka tidak mendapatkannya dari orang-orang yang seharusnya menyayangi dan memperhatikan mereka....


0 komentar:
Posting Komentar